Translate

Minggu, 08 Juli 2012

Dari Papua untuk demokrasi Indonesia adalah tanggungjawab warganegara NKRI



“Dari Papua untuk demokrasi Indonesia adalah tanggungjawab warganegara NKRI”

Oleh Farsijana Adeney-Risakotta Ph.D


Kepedulian warganegara NKRI untuk mengerti apa yang sedang terjadi di bumi Papua bisa terlihat langsung dari dukungan yang diberikan kepada Petisi Warganegara NKRI untuk Papua. Masalah Papua harus menjadi persoalan yang dipikirkan bersama oleh warganegara NKRI. Masalah ini apabila diserahkan kepada Pemerintah RI akan sekedar diselesaikan sebagai masalah politik. Padahal persoalan Papua adalah persoalan kemanusiaan.


Teriakan kemanusiaan dari saudara-saudara Papua bisa terlihat dari begitu banyak tulisan yang tersebar di media internet. Dengan bahasa Indonesia yang baik, mendalam basudara-basudara Papua mampu menceritakan apa yang sedang terjadi di bumi Papua. Tidak semua saya menampilkannya, tetapi sebagai dari tulisan tersebut bisa dilihat sebagian dari referensi yang  melengkapi bagian penutup dari refleksi ini. Penderitaan Papua adalah penderitaan saya, juga penderitaan semua warganegara NKRI.


Sudah banyak basudara Papua yang mengalami kekerasan atas nama NKRI. Sekarang saatnya, warganegara NKRI terutama mereka dari kelas menengah untuk mempelajari apa sesungguhnya yang terjadi di Papua sejak proses integrasinya dengan NKRI. Tanggungjawab kelas menengah NKRI sebagai agen perubahan sedang teruji saat ini, terutama ketika NKRI diperhadapkan dengan kebanggaan bersama tentang pencapaian Indonesia sesudah Reformasi.


Demokrasi diagung-agungkan melalui model pemilu dan pemilukada langsung yang perjalanannya sendiri masih meninggalkan banyak persoalan terkait dengan korupsi. Lebih dari itu, ukuran dari demokrasi bukan semata-mata tampilan pesta demokrasi yang dilakukan setiap 5 tahun sekali. Tanggungjawab kelas menengah NKRI adalah menjalankan praktik demokrasi yang sesungguhnya termasuk mengawal dan mengingatkan Pemerintah RI dan wakil rakyat yang dengan sengaja melakukan kekerasan terhadap warganegaranya secara sistematis.

Dengan membaca tulisan-tulisan yang menjadi referensi sebagaimana saya ikutkan dalam refleksi ini, saya sebaliknya makin diyakinkan tentang ujian demokrasi NKRI saat ini adalah masalah Papua. Apabila persoalan Papua bisa difasilitasi dengan baik, dimana aspek HAM mendapat pengakuan dalam penanganan Papua, maka capaian demokrasi sebagai pencirian dari NKRI yang bermartabat bisa dibanggakan. NKRI harus bangga bahwa inilah saatnya kita semua belajar dari kesalahan masa lalu.


Upaya untuk mengintegrasikan anak bangsa yang dilakukan dengan pemaksaan tanpa mengedepankan aspek HAM akan terus diingat dan diperjuangkan oleh mereka yang sudah sadar tentang hak-hak untuk hidup di bumi yang melahirkannya. Mereka inilah basudara Papua yang sedang memperjuangkan keadilan, kesejahteraan dan perdamaian bagi dirinya, demikian juga untuk Indonesia bagi semua.


Dalam kaitan dengan teman-teman yang telah bersedia mewakili Petisi Warganegara NKRI untuk Papua menghadiri seminar nasional dengan topik: “Menuju Kesejahteraan dan Keadilan Papua setelah 43 tahun Pepera 1969”, maka Petisi Warganegara NKRI untuk Papua menyediakan beberapa sumber bacaan yang dapat diakses online. Silahkan bisa dilihat pada penjelasan di bawah ini.


Adapun acara lengkapnya seminar nasional sbb:
Seminar Nasional“Menuju Kesejahteraan dan Keadilan Papua setelah 43 tahun Pepera 1969” akan dilakukan pada, hari Senin, tanggal 9 Juli 2012 jam 08.30 WIB di University Club UGM Yogyakarta. Acara ini terselenggara atas kerjasama:

1. Lingkar Pelangi Nusantara (LPN)

2. Fakultas Hukum UGM

3. Metro TV

4. Majalah Gatra

5. Lembaga Intelektual Tanah Papua (LITP)


Petisi Warganegara NKRI untuk Papua akan meliput acara ini untuk dilaporkan kepada Forum Petisi di portal FB (http://www.facebook.com/petisi.untuk.papua).


Marilah warganegara NKRI yang peduli terhadap kehidupan berdemokrasi di tanah air Indonesia, untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada Petisi Warganegara NKRI untuk Papua. One Person One Like diberikan kepada Petisi Warganegara NKRI untuk Papua (http://www.faceboook.com/petisi.untuk.papua).


Dukungan warganegara NKRI akan disampaikan kepada Pemerintah RI dan DPR RI untuk melakukan tindakan-tindakan konkrit seperti menarik militer dari bumi Papua, mengembalikan spirit Otsus, mendorong basudara Papua menyelesaikan masalahnya sendiri, memfasilitasi dialog Papua – Jakarta, meneruskan pembangunan yang adil dan berkesejahteraan kepada bumi dan basudara Papua.


Amalulukee,

Salam solidaritas NKRI


Farsijana Adeney-Risakotta (http://www.facebook.com/farsijana.adeneyrisakotta)



Referensi untuk melengkapi bahan seminar nasional:



tangisantanah.blogspot.com/.../sejarah-opm-organisasi-papua-merdek...


Mengenang Terbunuhnya Arnold Ap (1 Juli ... - PHAUL HEGER PAGE

phaul-heger.blogspot.com/.../mengenang-terbunuhnya-arnold-ap-1-j...


Pemekaran Pemicu Konflik | SIAPA FIGUR PAPUA

tangisantanah.blogspot.com/2012/04/pemekaran-pemicu-konflik.html


Perbedaan persepsi di Kalangan Mahasiswa PAPUA tentang ...

tangisantanah.blogspot.com/.../perbedaan-persepsi-di-kalangan.html


Mahasiswa Mee Menciptakan Tiga Suku Baru | SIAPA FIGUR PAPUA


tangisantanah.blogspot.com/.../mahasiswa-mee-menciptakan-tiga-suk...


Bangkit, Bersatu dan Lawan | SIAPA FIGUR PAPUA


tangisantanah.blogspot.com/2012/01/bangkit-bersatu-dan-lawan.html


Masih adakah Nasionalisme Orang Papua...??? | SIAPA FIGUR ... tangisantanah.blogspot.com/.../masih-adakah-nasionalisme-orang-pa...

2 komentar:

  1. You made great points in this post. I'll make further comments from the language perspectives in an email to you :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Please do send your comments...thanks for supporting this reflection for us to make a better life for all human beings in this world, especially our citizens of NKRI. Salam Solidaritas NKRI...:)

      Hapus