Translate

Selasa, 31 Juli 2012

Bertemu muka Sang Pencipta


Bertemu muka Sang Pencipta
Oleh Farsijana Adeney-Risakotta

Di bulan suci Ramadhan
Ketika doa-doa menguduskan semesta
setiap detik setarik napas saya
melihat Tuhan menunggu 

Hati saya merasa Dia di sini dalam diri sendiri
Hanya mereka seperti angin menduga percaya saya
               Kegilaan dan kebodohan
Yang  menertawakan dalam sejati diri
              Peduli apa tentang eksistensi Sang Pencipta

Orang-orang beriringan  menuntun tubuh
          Membiarkan diri dahaga
           Mendekatkan pada batas ketahanan diri
           Melewatinya mengubah lapar menjadi kebahagiaan
           Bersama Engkau menziarah hidup

Mengapa daku melakukan?

Seorang dari tradisi berbeda
Sedang menghayati
mengulangi pengalaman suci leluhur
Supaya mengenapi cerita menurun para kudus

Bukan karena selalu ritual berulang
Orang-orang suci  merayakan
Ketika melewati batas keterbatasan
Yang sekarang saya sedang mengalami bersama
Supaya mengerti batas dirikah?
Supaya mengerti batas ilahikah?
Supaya menghayati pengalaman bersamakah?

Serupa mengerti pertanyaan semua insan
Mengapa saya dilahirkan?
Mengapa rindu mengoyak dada
Serupa merindukan Sang Kudus
Serupa kangen kepada hidup yang
        Dilepaskan
        Rindu kasih rindu ilahi
       Tanpa rumusan sudah mendalam di hati

Mulut saya memuji Engkau Sang Pencipta
Kelimpahan bukan milik saya
Ketika masih banyak mereka lapar
Bukan karena harus berpuasa
Mereka sudah lama tidak punya makanan

Mengapa saya mau merasakan
Kesengsaraan dari dahaga
Kalau kemudian
Saya masih lupa mereka yang selalu lapar
Karena lebih lihai mendapatkan akses untuk diri sendiri

Hati saya kemana disembunyikan
Juga kalau sekarang diri saya dikelilingi  doa dan pujian
Ujilah saya sedalam lautan
Lemparkan saya dalam kesukaran mendalam
Supaya masih saya lihat keadilan Ilahi di sana

Di bulan suci Ramadhan
Seorang anak manusia
Dalam keyakinannya menuju Allah
Menguji dirinya
Menulis pengalaman hati

Di bulan suci Ramadhan
Seorang sepupu Islam, seorang Kristiani
Dalam kesengsaraan lapar
Menuliskan kebijakan dari pengalaman
Melupakan diri

Menguraikan kebaikan ilahi

Supaya  kasih sejati menggenapi
Seperti pengalaman Kristus menyerahkan diri
Kepada sahabat supaya
             mereka punya makanan lagi
supaya keadilan diterima

Hidup dirayakan kembali

Supaya keilahian Allah membumi


           




Tidak ada komentar:

Posting Komentar