Translate

Selasa, 07 Agustus 2012

Perjalanan Mentari Ramadhan


Perjalanan Mentari Ramadhan
(bagian pertama)

Oleh Farsijana Adeney-Risakotta



Sayup-sayup pantulan adzan

Memantul dinding tebing

Bedug Ramadhan

Menggema

Perjalanan mentari

Memulai ziarah

Membagi rahmat



Saur saur saur

Sebelum mentari

Di batas cakrawala

Memercit surya kelana

Orang-orang bangkit

Bertemu Sang Ilahi



Saya menyukuri

Merawat iman

Juga dengan cara yang sama

Kristus berpuasa

Empat puluh hari

Dalam kesendirianNya hanya dengan Allah



Semangkok sup sayur buah tangan suami

Pengalas perut

Sepanjang hari puasa

Merawat jiwa

Meneguhkan tubuh

Menyirami iman

Dengan kasihNya melimpah



Perjalanan mentari

Menuntun saya

Menurun berbukitan

Balik ke keramaian

Sudah saya mengalami

Kekuatan rumah sunyi di bibir tebing

Memindah dalam diri sendiri



Perjalanan mentari

Bersisian mereka di jalan raya

Ada ayam yang bertanggar dalam kurungan bambu

Dikendarai dengan motor buntut

Serupa suaranya senada bunyi knalpot tua



Menuju kota

Mereka berjalan menawarkan jualan

Sudah ada segerombolan orang lain

Menunggu di perempatan

Ayam-ayam akan jadi santapan berbuka



Ada bayi-bayi dalam gendongan

Ibunda perkasa

Dililitkan ke depan dadanya yang tambul

Seperti anak peluru

Menggoncengkan bakul sayuran segar

Persiapan membuka puasa

Sudah dimulai segera sesudah saur saur saur 



Perjalanan mentari

Menuntun menghangat

Bersisian berpacu

Menemani saya

Mengubah kebisuan

Dalam imaginasi kata-kata di dalam diri

Akan saya tuangkan keintiman ini

Menjadi cerita untuk sesama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar