Translate

Rabu, 03 April 2013

MOP Papua sebagai alat membangun kesadaran sehat orang asli Papua



MOP Papua sebagai alat membangun kesadaran sehat orang asli Papua
Oleh Farsijana Adeney-Risakotta

MOP Papua masih menarik untuk dibahas lagi. Di jaringan maya, MOP Papua menjadi incaran pembaca di seluruh NKRI. Sekalipun MOP Papua belum menjadi tanyangan salah satu program TV di tanah air, tetapi user internet bisa menikmatinya melalui fasilitas youtube. Menarik memperhatikan tema-tema MOP Papua yang paling laris diakses oleh user internet. Ketika saya googling MOP Papua, segera yang muncul MOP Papua tentang Rumah Sakit. Ternyata kesehatan, pandangan dan praktek dari kebiasaan-kebiasaan bisa menjadi inspirasi untuk meramu cerita MOP Papua. Menertawakan kebiasaan-kebiasaan diri sendiri sebagai bagian dari tubuh komunitas menyebabkan MOP Papua tampil sangat asli, tulus dan lucu. 

Istilah MOP memberikan gambaran kepada seseorang atau sekelompok orang yang menebarkan kelucuan sehingga menarik semakin banyak orang lain untuk bergabung. Dari pengertian istilah MOP yang diterima oleh masyarakat secara positif, MOP Papua bisa digunakan sebagai metode untuk membangun kesadaran bersama di dalam warga asli Papua untuk memperbaiki kebiasaan-kebiasaan yang merugikan dirinya sebagai warganegara NKRI. Misalkan masyarakat mempunyai hak untuk menjadi sehat. Sehat merupakan hak dasar setiap pribadi sekaligus hak kolektif dalam masyarakat. 

Upaya memenuhi standar kesehatan yang harus disiapkan oleh pemerintah seringkali berbenturan dengan pandangan-pandangan yang salah terhadap efektifitas fasilitas kesehatan yang diberikan kepada masyarakat supaya mereka sehat. Obat, puskesmas, dokter, perawat merupakan unsur-unsur penting dari fasilitas kesehatan yang perlu tersedia sebagai prasyaratan pencapaian “kehidupan yang sehat” dalam suatu masyarakat. Ukuran kesehatan dibangun dari upaya pengurangan resiko penyebab seseorang atau sekelompok orang menjadi sakit yang bisa mengantarkan kepada perhentian fungsi klinis dari dari organ tubuh manusia atau biasa disebut “kematian”. Di seluruh daerah propinsi Papua dan Papua Barat, laporan-laporan dari lapangan menunjukkan ketiadaan petugas medis melengkapi puskesmas yang dibangun di desa-desa terpencil. Akibatnya warga yang sakit sebagai akibat dari berbagai penyebab termasuk kekurangan asupan gizi tidak bisa tertangani dengan cepat. 

Persoalannya sekarang adalah bagaimana mendapat petugas-petugas medis sebagai penyuluh yang bersedia berkelilingi di desa-desa terpencil. Ketika petugas tersedia, pertanyaan berikut adalah bagaimana program pelayanan kesehatan publik bisa dilakukan untuk memenuhi hak-hak warganegara NKRI di Papua mendapat pelayanan kesehatan. Persiapan yang intens kepada petugas medis supaya mengerti upaya pemberdayaan kebijakan lokal masyarakat dalam membangun kesadaran sehat perlu juga dilakukan secara sistematis. Untuk memenuhi maksud tsb, sangat penting dibahas tentang pendekatan penyuluhan kesehatan secara bermartabat kepada orang asli Papua. 

MOP Papua dengan tema-tema kesehatan merupakan jendela untuk mengintip pandangan dan praktek orang asli Papua dalam menjaga dirinya secara sehat.  MOP Papua dengan judul Rumah Sakit menunjukkan bahwa orang asli Papua sangat takut pada rumah sakit. Rumah sakit tampil seperti penjara yang memaksa seseorang harus menerima asupan obat-obat secara oral maupun dalam bentuk suntikan. Misalkan bisa diamati MOP Papua berjudul “Minum Obat”, “Mantri Suntik” dan "Takut Suntik". Obat dan suntikan seperti momok untuk orang asli Papua. Penolakan benda-benda yang dianggap asing dimasukan dalam tubuh seseorang menyebabkan munculnya anggapan tentang dokter yang bodoh seperti bisa ditonton dalam MOP Papua “Dokter Bodok”. 

Sebagai metode penyadaran diri, saya berpendapat bahwa MOP Papua dengan tema-tema kesehatan akan sangat bermanfaat digunakan dalam penyuluhan tentang hidup sehat. MOP Papua bisa dimainkan kembali dalam pertemuan bersama dengan komunitas dari orang-orang asli Papua untuk merangsang diskusi terbuka menggali pandangan sesungguhnya dari mereka terkait dengan kesehatan dan kebijakan publik dibidang kesehatan.   

Penggalian tentang manfaat kesehatan dari perspektif masyarakat bisa mengkayakan konten MOP Papua terkait dengan tema-tema tubuh sehat sesudah menggunakan jasa petugas kesehatan, dokter atau puskesmas. Misalkan MOP Papua dengan judul “Berobat”  bisa meneropong kelucuan seseorang sesudah menerima manfaat penyembuhan dari minum obat dan penyuntikan.  

Eksplorasi tentang sisi kemanfaatan dari menjaga, merawat diri sendiri bisa dikemas dalam MOP Papua “Berobat”.  Penyediaan MOP Papua dengan tema-tema positif sangat membantu perluasaan sikap penerimaan dari orang asli Papua terhadap metode hidup sehat yang dihubungkan dengan keharusan berobat ketika sakit. MOP Papua terkait dengan “Gaya hidup sehat” bisa juga dibangun dari praktek masyarakat asli sendiri. Eksplorasi dapat dilakukan dengan memperhatikan kebiasaan-kebiasaan lokal dalam upaya menjaga hidup sehat. Misalkan, bagaimana  orang asli Papua mengerti tentang pentingnya mengkonsumsi makanan yang bervariasi, pola penataan rumah sehat, cara merawat diri dan anggota keluarga secara sehat, dan lainnya. 

Pilihan penggunaan MOP Papua sebagai alat sosialisasi kesehatan masyarakat akan sangat bermanfaat bagi mereka karena pendekatannya yang tidak bersifat top down, otoriter seperti biasanya dilakukan dengan cara-cara penyuluhan langsung yang memandang rendah terhadap cara hidup orang asli Papua. Dengan menonton lelucon yang diarahkan kepada diri sendiri, orang asli Papua akan terdorong untuk melakukan perubahan tanpa unsur paksaan yang merendahkan martabat mereka sebagai manusia dengan kebijaksanaan lokal yang ada selama ini. 

Perluasan MOP Papua juga bisa dilakukan dengan radio tanpa harus ditampilkan dalam bentuk gambar seperti tersedia dalam kemasan youtube. Ketika jaringan radio belum menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman, masih dimungkinkan penyampaian MOP Papua melalui perangkat stereo, di mana pemutarannya bisa dilakukan dengan tape.  MOP Papua diputarkan ketika seorang penyuluh datang membawa tape dalam pertemuan rutin yang dijadwalkan bersama masyarakat untuk membahas topik-topik penting terkait dengan kesehatannya.

Potensi MOP Papua yang ternyata bisa diakses dan dinikmati oleh seluruh warganegara NKRI, seharusnya bisa bermanfaat kepada orang asli Papua sendiri. Karena itu, Petisi Warganegara NKRI untuk Papua mendorong generasi muda Papua untuk melakukan perubahan di Papua dengan menggunakan MOP Papua. Garapan tema-tema yang relevan bisa diteruskan, sementara tema-tema yang sudah ada dapat mulai digunakan untuk oleh petugas-petugas penyuluh atau sukarelawan kesehatan yang bersedia melakukan pelayanan kesehatan masyarakat di daerah-daerah pedalaman di seluruh propinsi Papua dan Papua Barat. Inilah saatnya melayani kepada saudara-saudara asli Papua. 

Tanggungjawab itu sudah ada di antara basudara-basudara generasi muda Papua, maka sambutlah dengan pujian kepada Tuhan Yang Maha Pengasih untuk hikmat yang diberikan kepada orang Papua sehingga bisa terus melucu ala Papua.

1 komentar:

  1. very true that health is wealth but the state fails to see the need and at the same time the needy also fails to claim their own basic rights. In this case people who are educated about the concern can delegate the needs of the people to the responsible authority. God Blessings

    BalasHapus