Translate

Selasa, 10 Mei 2011

Rekaman Proses Temu Kangen Akbar!

REKAM PROSES
TEMU KANGEN AKBAR KOALISI PEREMPUAN INDONESIA tingkat Prov. DIY
Sasana Hinggil Dwi Abad, Yogyakarta, 8 Mei 2011.
======================================================================
Agenda  (ada perubahan!)
08.30 – 09.00      : Registrasi
09.00 – 09.20      : Pembukaan
  1. Doa Pembukaan
  2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KPI
  3. Sambutan Ketua Panitia Pelaksana
  4. Sambutan Sekretaris Wilayah KPI Wil. DIY
09.20 – 10.20      : Konsolidasi Anggota menurut Kelompk Kepentingan
12.20 – 13.20      : Rehat
13.20 – 15.00      : Refleksi Bersama Tema Temu Kangen
                                  Hidup Rukun sebagai modal kepemimpinan perempuan transformatif
15.0015.10      : Pengumuman Lomba, Ikrar KPI dan Penutupan

Pembukaan/MC :

 
Ibu-ibu , waktu telah siang, marilah acara hari ini kita mulai.
Sebelumnya Assalamualaikum, Wr. Wb.
Pada acara temu akbar , dengan tema  “Hidup rukun sebagai modal kepemimpinan perempuan transformatif”, hari ini kita mulai. Yang terhormat, Sekretaris wilayah KPI DIY, Presedium KPI DIY, yang terhormat panitia temu akbar, yang kami hormati kawan sekretaris dan dewan KPI cabang Kabupaten Gunung Kidul, Kulon Progo, Bantul, Sleman dan cabang Kota. Yang kami hormati balai-balai perempuan se Provinsi  DIY, dan hadirin  sekalian.
Marilah sebelum meningkat ke acara selanjutnya, kita buka acara dengan berdoa, menurut agama kita masing-masing, dimulai.
Sebelum meningkat acara selanjutnya menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KPI.

 

(hadirin berdiri – Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KPI. )

Meningkat acara selanjutnya, sambutan ketua panita pelaksana, dipersilahkan.

Ketua Panitia :

 
Assalamualaikum Wr Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua. Sebelumnya marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan YME yang telah memberi rahmat, kesempatan kepada kita semua. Mudah-mudahan kita selalu bersyukur kepada Tuhan YME selalu diberi nikmat yang barokah. Teman-teman yang saya hormati, pagi yang cerah ini, saya selaku panitia mengucapkan selamat datang kepada teman-teman semua, dan terima kasih atas kehadiran teman-teman semua pada acara temu kangen ini. Semoga ini bisa menjaga silaturohmi di antara kita. Selanjutnya saya atas nama selaku ketua panitia, mohon maaf sebesar-besarnya kepada teman-teman semua, jika dalam penyelenggaraan hari ini terdapat banyak kekurangan, mohon dimaafkan, karena  ini semua adalah ajang belajar bersama untuk menjadi perempuan yang mandiri dalam menghadapi kehidupan ini. Selanjutnya dalam pertemuan ini, selamat berkangen-kangen, dan pertemuan dengan kabupaten lain ini bisa berguna bagi diri sendiri, keluarga. Terima kasih.
Hidup KPI!
Wassalammualaikum wr wb

MC :
Selanjutnya sambutan dari Sekretaris wilayah KPI DIY
Saya persilahkan.

 
 

Sekretaris  KPI Wilayah DIY:

 
Terima kasih, Assalamualaiku. wr. wb.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Ibu-ibu yang saya hormati, tadi ketua panitia adalah ibu Ristiani, dari KPI cabang Bantul. Beliau adalah sekretaris cabang yang baru terpilih periode 2010 – 2013. Saya Farsijana Risakota sekretaris wilayah , yang terpilih dalam kepemimpinan saya bersama dengan presedium wilayah. Teman-teman presedium wilayah yang hadir, mbak Umi! Mbak  Umi berdiri! Ini (Mbak Umi) dari sektor buruh. Mbak Puji, dari pekerja rumah tangga. Ketua presidium wilayah, mbak Titik Istiatun itu nggak bisa hadir, karena baru saja melahirkan. Itu dari kelompok kepentingan petani. Kemudian mbak Rosdiana dari kelompok kepentingan profesional itu nggak bisa hadir, kemudian Mbak tutik dari kelompok kepentingan ibu rumah tangga, belum hadir.
Jadi pagi ini adalah pertemuan akbar pertama temu kangen.
Saya sudah  mengunjungi ibu-ibu di kabupaten, tetapi ibu-ibu di sini belum saling bertemu kan?  Sekarang kita bisa saling bertemu dan berkenal dengan teman-teman Koaliasi Perempuan Indonesia dari berbagai kabupaten. Jadi ibu-ibu senang. Ibu senang kan sekarang?

Peserta :
Senang!

Sekretaris  KPI Wilayah DIY:
Dan ibu-ibu cantik semua. Ini dari Kulon Progo, tepuk tangan!

*plok-plok –tepuk tangan peserta*,

Ini dari Gunung Kidul, Bantul, tepuk tangan!

*plok-plok –tepuk tangan peserta*,

Hadir pada hari ini, Mbak Ida presedium wilayah  periode 2006. Mbak Ida, tolong berdiri dong.  Ini adalah senior di KPI.  Ini ada ibu Rusminah.
Ibu Rusminah juga presedium, tolong berdiri, Saya juga memperkenalkan sekretaris cabangnya. Ibu Fajariah, sekretaris cabang dari Gunung Kidul, silahkan beridir.  Kemudian dari Sleman bu Doktan. Kemudian sekretaris dari Bantul – Bu Rustiani. Dari Kota Mbak Halimah, dan dari Kulon Progo belum datang, nanti akan menyusul.
Ibu-ibu , pertemuan kali ini mencari tema hidup rukun sebagai modal kepemimpinan perempuan transformatif. KPI adalah organisasi massa perempuan. Untuk menjadi pemimpin kita harus mempunyai hati yang berdamai. Karena saat ini kita lihat, masyarakat kita tercabik-cabik, dihancurkan  karena kepentingan politik. KPI akan memperjuangkan demokrasi dengan hidup rukun. Dan itu akan kita mulai dari organisasi kita. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Itu adalah simbol koalisi perempuan Indonesia. Pertemuan kali ini adalah merefleksikan itu, bagaimana kita sebagai perempuan – banyak ibu – ibu yang terlibat dalam rembug desa, rembug rukun.  Di situ ibu-ibu membicarakan kepentingan masyarakat dengan damai. Kita berbeda secara agama. Pendidikan, secara status sosial, pengetahuan, pengalaman, kalau kita tidak bisa melakukan perjuangan yang kita bangun secara bersama-sama untuk demokrasi dan keadilan, maka akan sia-sia. Kita berjanji akan ke sana, ibu akan merasakan manfaatnya untuk memberi damai ke masyarakat. Kita membesarkan anak-anak dalam damai. Kita akan mewujudkan masyarakat yang demokratis dan keadilan.
 Apakah ibu bangga menjadi anggota KPI?

Peserta :
Bangga!

Sekretaris  KPI Wilayah DIY:
Itu semua tercantum dalam anggaran dasar rumah tangga KPI.
Kita akan membuat  program-program di balai-balai perempuan, nanti wilayah akan memfasilitasi.
Di sini ibu-ibu dari kelompok kepentiangan bertemu.
Kita ada 13 kelompok kepentingan , sektor informal, ibu rumah tangga, profesional, isteri, , pekerja rumah tangga, apa lagi ya...   Ada 13, itu nanti akan dibagi dalam diskusi. Ini semua tujuannya, agar kita berjuang dalam KPI.
Selamat menikmati acara hari ini, selamat menikmati lomba. Kiranya lagu yang akan kita nyanyikan kita hayati dan kita amalkan sebagai perempuan dari KPI.
Selamat berjuang, dan nanti akan bisa merubah masyarakat di sekitar kita.
Terima kasih.
Assalamualaikum wr wb.
Saya kembalikan kepada pengacara.

MC :
Untuk acara selanjutnya perlombaan paduan suara.
Sebelumnya akan dibacakan tata tertib perlombaan,

Panitia :

 
Terima kasih, saya akan bacakan ketentuan tata tertib lomba paduan suara, tanggal 8 Mei 2011.
Tata tertib lomba:
  1. Peserta menyanyikan lagu Mars KPI dan Mars Kabupaten/Kota
  2. Pelaksanaan sesuai dengan nomer undian yang didapat.
  3. Penonton tidak diperbolehkan ikut menyanyi pada waktu peserta menyanyi
  4. Tepuk tangan penonton tidak diperbolehkan pada waktu peserta menyanyi.
  5. Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat.
Saya perkenalkan para juri,
Juri :
-          Sleman –  (saya sendiri) Wulan;
-          Gunung Kidul – saya persillahkan untuk maju ke sini tidak mengirimkan; Guru seni suara – Dwi Handoko (juri netral)
-          Kuon Progro – Sri Sunaryati ;
-          Kota – Listyaningsih – dari kota nggak mengeluarkan koor.;
-          Bantul – Yohana Rianti - Karena dari Bantul ada 2 kontingen , maka juri dari Bantul ada 2.
Tujuan lomba untuk mensosialisasikan mars KPI, upaya biar kita semua lebih fasih.
Semua dapat hadiah.
Sekarang saya persilahkan ibu-ibu menghadap ke utara, karena yang menyanyi akan menghadap ke selatan.

Materi lomba paduan suara :
  1. Mars KPI
  2. Mars kabupaten masing-masing.

Undian 1 : Paduan suara KPI dari Kabupaten Sleman.
Undian 2 : Paduan suara KPI dari Kabupaten Kulon Progo.
Undian 3 : Paduan suara KPI dari Kabupaten Bantul _1 _ BP Sedayu.
Undian 4 : Paduan suara KPI dari Kabupaten Bantul _2.

Lomba Paduan Suara

 
 

 

MC :
Hadirin sekalian, saat ini untuk perlombaan telah selesai. Untuk para juri , diharapkan harus benar-benar  bersih,tanpa KKN. Tepuk tangan untuk kontingen yang telah menunjukkan kebolehannya di depan kita.
Sambil menunggu hasil dari dewan juri, acara kita lanjutkan, diskusi menurut kelompok kepentingan. Selanjutnya saya serahkan ke panitia.

Panitia :
Selamat pagi. Terima kasih. Selamat pagi teman-teman semua,
Acara selanjutnya adalah konsolidasi masing-masing kelompok kepentingan. Kemarin kita mempertahankan ada 13 kelompok kepentingan.
Jadi kita akan bagi kelompok kepentingan :
Kelompok kepentingan buruh, ada?

Peserta :
Ada!

Panitia :
Kelompok kepentingan petani, ada?

Peserta :
Ada !

Panitia :
Kelompok kepentingan ibu rumah tangga, ada?

Peserta :
Ada!

Panitia :
Untuk kelompok kepentingan ibu rumah tangga di sana ya. Baik itu dari Kabupaten Kulon Progo, Bantul, Sleman, Gunung Kidul, Kota, nanti berkumpul di sana.
Kelompok kepentingan miskin kota, ada??  
......... (tidak ada jawaban)
Belum datang!
Kelompok kepentinga profesional, ada?

Peserta :
Ada!

Panitia :
Kelompok kepentingan mahasiswa, ada?

Peserta :
Ada!

Panitia :
Kelompok kepentingan buruh informal, ada?

Peserta :
Ada!

Panitia :
Kelompok kepentigan buruh tani?

Peserta :
Ada!


Panitia/Halimah  :


 
Selamat siang ibu – ibu,
Kelompok kepentingan ibu rumah tangga, buruh informal, buruh, petani, profesional, lansia.
Saat ini kita ada 8 kelompok kepentingan. Untuk ibu-ibu semua, tolong didiskusikan di masing-masing  kelompok kepentingan, misal di kelompok kepentingan ibu rumah tangga, apa saja yang jadi permasalahan di ibu rumah tangga. Apa masalahnya. Begitu juga lainnya. Kita mencari permasalahan-permasalahan di kelompok kepentingan. Baru setelah itu kita agendanya mau ngapain (dengan permasalahan itu).

Tadi ada ibu yang dari kelompok kepentingan jasa, karena sendiri, maka ditulis sendiri yang apa masalahnya, kemudian agendanya. Karena sendiri maka tidak bisa kelompok.

Panitia :
Ibu – ibu sekalian, bahawa hari ini kita dibagi pada kelompok-kelompok kepentingan , tolong didiskusikan, masalah apa yang ada di kelompok kepentngan dan ditulis dikertas, dengan spidol. Setelah masalah , tulis isu apa yang “hot” terkini, kemudian ketiga adalah agenda ke depan. Setelah semua di tulis, silahkan masing – masing kelompok kepentingan menunjuk salah satu anggotanya untuk kedepan mempresentasikan. Sekarang tunjuk, siapa ketua dan siapa yang menulis, serta tunjuk siapa yang mempresentasikan ke depan. Paham ya ibu-ibu?

Panitia :
Mohon perhatian, untuk diskusi kelompok diberi waktu 20 menit. Maka jam 11.20 menit harus selesai. Dan masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.

Kelompok kepentingan janda yang belum berkumpul, maka silakan berkumpul di karpet merah.
Jangan bergabung dengan kelompok lain, karena masing-masig kelompok kepentingan masalahnya berbeda. Kalau bergabung dengan kelompok lain, maka masalah sendiri tidak akan tercover.
Kelompok kepentingan janda, single parent, dan kelompok kepentingan tidak menikah, silahkan di karpet merah, silahkan berkumpul.

Waktu sudah menujukkan jam 11.20.  Apakah diskusi sudah selesai?

Peserta :
Sudah!

Panitia/Umi :
Apakah ada yang belum selesai? Kalau ada yang belum, waktu ditambah 5 menit. Dalam 5 menit diskusi sudah selesai, dan masing-masing kelompok melaporkan hasil diskusinya ke depan.

Waktu 5 menit sudah selesai. Dan dimohon kepada teman-teman untuk mendiskusikan ke depan.
Dari ibu rumah tangga? Sudah siap?

Kelompok Kepnetingan Ibu Rumah Tangga :

 
Sudah!
Silahkan ke depan, tepuk tangan untuk kelompok kepentingan ibu rumah tangga.

Kelompok Ibu Rumah tangga  (1):

Permasalahan :
  1. Harga sembako selalu naik
  2. Minimnya penghasilan sesuai denga kebutuhan karena sulitnya lapanga pekerjaan
  3. Mahalnya biaya pendidikan
  4. Tayangan televisi yang tidak mendidik
Isu Utama :
  1. Ketergantungan ekonomi, fisik, psikis, dan seksual (KDRT)
  2. Tidak mendapatkan penghargaan dari hasil kerjaan
Agenda :
  1. Agar pemerintah bisa mengantisipasi penimbunan bahan sembako / kebijaksanaan tentang sembako
  2. Pemerintah agar menyensor tayangan-tayangan televisi yang tidak mendidik
  3. Sosialisasi KDRT di BP dan masyarakat

Sekian saja, terima kasih.

Kelompok Ibu Rumah tangga  (2):

Dari kelompok kami kita menyororti perekonomian, pemasukan dan pengeluaran yang tidak berbanding. Semakin mahalnya bahan-bahan pokok. Semakin mahalnya pendidikan, semakin mahal biaya kesehatan.  kita berharap pada pengawasan pasar, karena jika pengawasan tidak dilakukan para pedagang dengan enaknya menaikkan bajan-bahan pokok, sementara di kalangan rumah tangga di petani kita jual murah, tapi biaya bahan pokok mahal. Subsidi harus tepat sasaran, dalam hal ini jamkesmas, buakn hanya bebas spp, tapi juga buku pelajaran.

Rangkuman :
Perekonomian :
Perekonomian rumah tangga yang semkin sulit karena pendapatan lebih kecil daripada pengeluaran
Isu utama :
  1. Semakin mahal bahan-bahan pokok – naik
  2. Biaya pendidikan mahal
  3. Biaya kesehatan semakin mahal

Agenda :
  1. Pengawasan pasar lebih ditingkatkan sehingga kenaikan harga bahan-bahan pokok bisa terkontrol.
Dalam artian , tidak seenaknya menaikkan harga
  1. Pemberian subsidi untuk jamkesmas dari pemerintah harus tepat sasaran
  2. Subsidi untuk pendidikan mungkin bisa ditambah, bukan hanya di SPP, misalnya dengan buku-buku sekolah.

Kelompok Ibu Rumah tangga  (3):

Untuk permasalahan ibu rumah tangga, pengeluaran lebih besar daripada pemasukan, biaya pendidikan sekolah yang mahal, jadi bikin pusing. Yang katanya biaya sekolah ada dana bos, tapi untuk biaya fotocopy dll itu masih mahal. Jado salah satu permasalahan ibu rumah tangga adalah ekonomi. Agenda ke depan, ibu-ibu menghimbau agar subdisi dari pemerintah ditinggkatkan, sehingga iburumah tangga tidak kesulitan dalam pembiayaan biaya sekolah.

Rangkuman  :
Permasalahan :
  1. Pengeluaran lebih besar dari pemasukan
  2. Pendidikan sekolah
Isu :
-          Pengeluaran Ekonomi
Agenda ke depan :
-          Biaya BOS lebih besar

Ketua : Ibu Sarjono
Sekretaris : Ibu Suwarno

Kelompok Kepentingan Ibu Rumah Tangga (4) :
Permasalahan : kesetaraan. untuk masalah ekonomi, kalau di rumah tangga kita mengandalkan dari seorang bapak, itu akan berat, di sini kita akan mencoba untuk membantu perekonomian, misal menjual dagangan, jika kita petani, kita menjual hasil pertanian itu untuk menambah perekonomian rumah tangga. Ke  lingkungan kita mungkin akan menanggulangi anak akan hal hal yang instan.
Terus kemudian juga kesetaraan kesempatan. Hati – hati dalam menghadapi sales, misalnya penjual obat-obatan, terua antisipasi, karena sekarang banyak penculikan-penculikan. Di sini perlu program ... terciptanya... membuat kelompok diadakan pelatihan ketrampilan – contoh membuat hantaran, berbagai kreasi kue. Kedua, melaksanakan program tidak membuang sampah sembarangan, waspada terhadap gerakan agama yang menyimpang – misal : NII
Itu yang bisa saya haturkan.

Rangkuman :
Permasalahan :
  1. KDRT
  2. Kenakalan anak
  3. KDRT
  4. Kesetaraan kesempatan
Isu :
  1. Hati-hati dalam berbagai bentuk promosi – misalnya obat-obatan
  2. Hati-hati dengan SARA – contoh : NII
Program  :
  1. Pemberdayaan usaha perempuan
Membuat kelompok dan diadakan pelatihan ketrampilan brekreasi, contoh : membuat hantaran; membuat berbagai kreasi kue.
  1. Terciptanya lingkugan yang nyaman/rukun
Warga diharapkan sadar diri melaksanakan siskamling; tidak membuang sampah sembarangan; toleransi bertetangga, beragama

Terima kasih.

Panitia :
Untuk selanjutnya kelompok kepentingan buruh informan.

Kelompok kepentingan Informal :

 
Assalamualaikum wb wr.
Terima kasih. Saya akan membacakan apa yang jadi keputusan kami, di mana kami berunding.
Yang jadi permasalahan :
-          Permodalan
-          Pemasaran
-          Belum mempunyai ketrampilan
-          Peralatan belum ada
-          Tempat
-          Periklanan yang minim
Isu terkini :
-          Makanan yang mengandung pengawet, pewarna (red : berbahaya)
-          Bahan baku yang kurang berkualitas
Misal : saus yang terbuta dari cabe atau tomat yang sudah membusuk
Agenda  :
-          Pinjaman lunak
-          Diadakan pelatihan ketrampilan untuk meningkatkan SDM dan penghasilan
-          Mengajukan proposal bantuan ke instansi terkait
-          Tempat : menggunakan tempat / rumah salah satu anggota
-          Promosi di perkumpulan-perkumpulan Dasawisma, PKK Dusun, PKK Desa
-          Memakai bahan baku yang mempunyai ijin Depkes/BPOM
Terima kasih.
Wassalamualaikum wr. wb.

Panitia :
Terima kasih. Sekarang waktunya preseentasi dari kelompok buruh.

Kelompok kepentingan Buruh :



 
Ketua                    : Ibu Giyanti (KP)
Sekretaris            : Siti S.

Assalamualaikum
Permasalahan :
q  Upah buruh sangat kecil, tidak sesuai harapan;
q  Tidak ada fasilitas kesehatan;
q  Menghapus UU No. 13  à Hapus sistem kontrak;
q  Masa kerja dihargai
q  Hapus lembur paksa
q  Bagi keluarga buruh dalam rumah tangga :
- upah buruh rumah tangga sangat kecil
- tidak tentu, kadang ada, kadang tidak (musiman)
Isu terkini :
q  Revisi UU Perburuhan
q  Jaminan sosial bagi semua warga negara
q  Kriminalisasi buruh
q  Para usaha industri rumah tangga harus mensejahterakan para buruhnya
q  Tidak memberi hadiah/tunjangan hari raya dan tidak pernah memberi penghargaan bagi para buruh yang rajin.

Agenda :
q  Diabuatkan Perda Perlindungan Buruh Perempuan,  contohnya  untuk cuti haid
q  Peraturan yang memihak mensejahterakan buruh;
q  Program menguatkan buruh;
q  Harus diperhatikan THR dan hadiah bagi yang berprestasi baik.

Panitia:
Terima kasih. Kita punya dari kelompok kepentingan lansia. Dari kelompok kepentingan lansia dipersilakan maju ke depan.

Kelompok kepentingan LANSIA :
 
 

 
(Kelompok Kepentingan Lansia – Bantul)
Ketua                    : Murtini
Sekretaris            : Marto
Terima kasih.
Permasalahan :
-          Mohon diperhatikan masalah lansia
-          Mohon diperhatikan dan diadakan kegiatan untuk lansia.
Ñ       Tujuan : ingin mengikuti kegiatan – kegiatan, kesehatan kurang mampu. Mohon bantuan gratis.
Ñ       Pendataan masing-masing kabupaten kepada Lansia yang anggota KPI. Mohon diperhatikan kesejahteraannya
Ñ       Mengadakan kegiatan menghilangkan kejenuhan
Ñ       Diadakan yandu Lansia KPI, agar monitor keadaannya.

Panitia :
Terima kasih.
Sekarang saya panggil dari kelompok kepentingan profesional, silahkan.

Kelompok kepentingan Profesional :


 
Assalamualaikum.
Kami menyampaikan permasalahan kami :
q  Pekerjaan ganda bagi kaum perempuan dari bangun tidur hingga tidur lagi.
q  Gender di desa masih dianggap sebagai perempuan / isteri yang berani terhadap suami, begitu pun dengan masyarakat pada umumnya.
q  Kebebasan berorganisasi dibatasi suami (sebagian), jika rapat melebihi batas yang telah diijinkan suami.
q  Apabila mau pertemuan / bepergian harus sudah tercukupi kebutuhan rumah tangga , jika tidak suami akan marah-marah.

Isu terkini :
q  Kesenjangan antara pegawai / guru PNS dengan GTT semakin nyata. PNS tiap tahun naik gaji, sedangkan GTT tidak, meski tanggung jawabnya sama.
q  Harga kebutuhan pokok akan naik jika gaji para PNS naik. Ini tidak diimbangi bagi yang GTT dan bagi swasta serta buruh.
q  Jaminan hidup layak bagi masyarakat yang pekerjaan tidak tetap masih ngambang. Biaya hidup , pendidikan , kesehatan di Indonesia terlalu mahal.

Agenda ke depan :
q  Penjelasan gender tidak hanya pada perempuan, tetapi juga terhadap laki-laki.
q  Memberikan pengertian bahwa pekerjaan di rumah tangga merupakan pekerjaan dan tanggung jawab bersama sehingga tidak ada pemisahan itu pekerjaan laki-laki atau perempuan.
q  Membekali sikap mental terhadap perempuan untuk menghadapi berbagai masalah, sehingga diperlukan untuk mendatangkan “motivator”
q  Memohon kepada pemerintah agar biaya pendidikan diturunkan / lebih murah, supaya masyarakat Indonesia bisa menjangkau dan menikmati pendidikan sesuai dengan UUD ‘ 45 pasal 32.
Demikian terima kasih.
Wassalamualaikum wr. wb.

Panitia :
Sekarang saya panggilkan dari kelompok kepentingan petani :

Kelompok kepentingan Petani :


 
Ketua                    : Ibu Siti Fajariah
Terima kasih. Saya mewakili dari kelompok kepentinga petani.
Permasalahan :
q  Pengadaan pupuk yang bersubsidi itu masih kurang / terbatas.
q  Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi itu dengan prosedur yang masih sulit / dipersulit.
q  Permasalahan hama, meliputi : tikus, slendep, wereng, walang.
q  Serangan hama tikus berdampak kepada manusia (penyakit leptophirosis) - di Bantul sudah meninggal dunia.
q  Menurunnya hasil pertanian diakibatkan musim yang tidak menentu.
q  Harga beras yang tidak stabil.
q  Perairan yang belum continue
Kasus di Argosari-Argorego – Sedayu, yang bagian bawah tidak dapat air karena ditutup oleh atas.
q  Lebih banyak petani yang tidak tahu cara mengakses dana  / permodalan petani  - peternak.
q  Harga ternak sapi, kambing, dll. Turun drastis - harga ternak yang turun sampai 50%.
q  Banyak petani yang merugi

Solusi yang diharapkan :
q  Mohon dipermudah dalam pengadaan untuk kebutuhan pupuk bersubsidi.
q  Perlu bantuan dari pemerintah untuk pemberantasan hama secara terpadu.
q  Mohon diberikan tindakan yang serius untuk menangani dampak dari hama tikus, terutama Dinas Kesehatan.
q  Perlunya diadakan penyuluhan untuk mengatasi musim yang tidak menentu ( Dinas Pertanian).
q  Import beras mohon dihentikan, termasuk import sapi.
q  Pemerintah harus mensosialisasikan cara mengakses dana – permodalan secara transparan.
q  Khususnya Sedayu, mohon pembagian air irigasi merata.

Wassalamualaikum wr wb

Panitia :
Terima kasih. Selanjutnya kepada kelompok kepentingan janda, single parent, dan tidak menikah / lajang.


Kelompok kepentingan Janda, Single parent, dan Lajang


 
Ketua : Reny
Anggota : Kanti ; Ristiyani.

Assalamualaikum
Nama saya Kanti.
Permasalahan :
q  Perlu penguatan ekonomi
q  Jaminan kesehatan
q  Stigmatisasi terhadap status janda
q  Peranda
q  Tidak ada pengakuan dari negara
Isu terkini :
q  Stereotipe
q  Hak reproduksi, sexual
q  Kekerasan ekonomi & sexual
Harapan dan Keinginan :
q  Ada pengakuan dari negara : perempuan sebagai kepala rumah tangga
q  Ada penguatan ekonomi
q  Tidak ada kekerasan ekonomi dan sexual

Wassalamualaikum wr b.

Panitia :
Terima kasih.
Baiklah sekarang dari kelompok miskin kota.


Kelompok kepentingan Miskin Kota :

 

Permasalahan  :
q  Pencabutan kms tanpa pemberitahuan
q  Masyarakat ada yang belum dapat jamkesmas
q  Hukum tidak berpihak pada masyarakat kecil
Masa depan : Pilih pemimpin perempuan untuk jadi walikota Yogya 2012 -2017 di Kota Yogy

Panitia :
Karena diskusi kelompok sudah selesi. Karena itu saya kembalikan ke pembawa acara.

MC :
Terima kasih. Masih semangat?

Peserta :
Masih!...

MC :
Untuk acara selanjutnya, kita akan istirahat. Dan ini ada hiburan dari KPI anak cabang Sedayu.

ISHOMA
MC :
Baiklah, acara bisa kita lanjutkan ya? ... Sekarang saya serahkan kepada Sekretaris wilayah DIY untuk memimpin sesi Refleksi Tema Temu Kangen Akbar.  Dipersilahkan...

Sekretaris Wilayah DIY :


 
Ibu-ibu saat ini nanti kita akan diskusi, bagaimana membangun organisasi Koalisi Perempuan Indonesia yang kuat. Kita semua adalah pemimpin. Pemimpin adalah orang  yang bersedia bekerja sama dengan orang lain di sekitarnya. Apa cirri-ciri pemimpin? Sebagai perempuan kita semua memimpin anak-anak. Kita belajar memimpin dari keluarga sendiri. Seorang ibu harus penuh imaginasi untuk membesarkan anak-anaknya.  Pemimpin transformatif adalah pemimpin yang peka pada perubahan di sekitarnya sehingga dapat memberdayakan orang-orang di sekelilinginya untuk meningkatkan kemampuan mereka dengan potensi yang mereka miliki.  Kalau proses pencapaian ini dilakukan bersama-sama, inilah yang disebut organisasi. KPI adalah organisasi massa perempuan yang kita semua percaya ada visi besar untuk mendorong perubahan pada perempuan dan masyarakat secara keseluruhan.

Karena itu yang paling penting adalah kita semua mau selalu mengembangkan diri kita sebagai perempuan.  Bagaimana organisasi kita ini kita bangun dengan prinsip kerukunan supaya kita bisa maju. Nah kita akan bentuk kelompok, nanti berhitung 1-8 . jadi nanti no 1 bertemu dengan no 1 dan nomer 2 bertemu dengan no 2 dan seterusnya. Kemudian di dalam kelompok itu akan menerima satu soal, bagaimana kalau dalam organisasi menghadapi persoalan itu bagaimana agar organisasi kita itu maju.  Hasil adalah nanti ibu-ibu memperagakan , bagaimana ibu-ibu menghormati orang lain. Jelas ya.

(Berhitung 1-8, dst)
(Pembagian kelompok : 1 berkumpul dengan no urut 1 , 2 dengan no urut 2, dst)

Setelah berkumpul, tolong perkenalkan diri dulu, karena ini ternyata datang dari berbagai kabupaten. Kemudian bikin ketuanya, atau fasilitator. Tugas dari fasilitator adalah membaca. Setiap kelompok bisa membuat keputusan sendiri.

Sekarang masing-masing kelompok sudah mendapat lembaran soalnya.  Sesudah masing-masing kelompok memilih fasilitator diskusi dalam kelompoknya, maka tolong fasilitator membaca lembaran tugas diskusi ini. Pertama-tama sekarang saya akan membacakannya.

Soal diskusi:
Tema: Hidup Rukun sebagai modal dasar kepemimpinan perempuan transformatif.
Tugas kelompok:
1.       Diskusikan maksud dari tema Temu Kangen Akbar ini.
 Mengapa “hidup rukun” merupakan modal dasar bagi kepemimpinan perempuan transformatif?
Apa yang dimaksudkan dengan hidup rukun menurut kelompok?
Tunjukkan contoh-contoh dari hidup rukun yang nampak dalam kehidupan berorganisasi seperti yang pernah di alami oleh kelompok?
Apakah hambatan yang dapat dialami kelompok dalam mewujudkan “hidup rukun” yang diimpikan dari suatu organisasi?
Bahaslah jalan keluar yang bisa diusulkan untuk mengatasi masalah-masalah sehingga harapan hidup rukun bisa tercapai!
Sebutkan kualitas pemimpin perempuan transformative berdasarkan perspektif hidup rukun?
2.       Catatlah hasil diskusinya pada kertas kosong yang siap ditempelkan.
3.       Laporkanlah hasil diskusi kelompok dengan merumuskan tekad hidup rukun berorganisasi dalam satu kalimat saja. Kemudian ungkapkan maksud dari tekad hidup rukun tersebut dalam bentuk peragaan, misalkan dengan pantomim, menyanyi, menari, melawak atau bermain peran lainnya.  Selamat berdiskusi dan terima kasih.

(Diskusi kelompok – sebanyak 8 kelompok)

Panitia :
Untuk mempersingkat waktu maka  diskusi kelompok diberi 10 – 15 menit, sekalian dengan presentasi.

Presentasi kelompok :
Presentasi kelompok – hasil ditulis di kertas plano, tapi presentasi menggunakan peraga.
Urutan presetasi :
-          Kelompok 4
-          Kelompok 1
-          Kelompok 2
-          Kelompok 7
-          Kelompok 6
-          Kelompok 5
-          Kelompok 8
-          Kelompok 3
Kelompok 3 diminta Panitia/fasilitator mengajarkan dan mengajak menyanyi lagu bergoyang-goyang seluruh peserta.

Rekaman proses presentasi akan dilengkapi dengan audio visual karena sangat menarik. Ternyata kegiatan spontanitas memperagakan hasil diskusi dalam bentuk ekspresi seni mendorong ibu-ibu berkreatifitas dan mengintegrasikan pikiran, ide serta semangat bersama.

Sekretaris  KPI Wilayah DIY:

Ibu-ibu semua bersemangat dan seru…seru…seru…

Potongan lagu Kemesraan dibagikan
Marilah kita akan menyanyikan lagu kemesraan

Peserta menyanyikan lagu “kemesraan”.

Panitia :
Baik terima kasih, sambil menikmati hidangan sore, selamat menikmati .
(Menunggu rombongan yang akan mementaskan teater)

Sekretaris  KPI Wilayah DIY:
Ibu-ibu sekarang menikmati snack dulu ya. Kami punya tamu, ini datang dari Jerman, hanya untuk belajar dari KPI.
(Memperkenalkan pelajar dari Jerman – Carola.)
Ini, nama?

Carola :
Carola

Sekretaris  KPI Wilayah DIY:
Carola dan teman-temannya ini nanti akan mementaskan teater, cuman teman-temannya ini belum datang, karena rencananya akan mementaskan jam 3, sementara itu ini tadi (waktunya) terlalu cepat menyelesaikan program kita.
Jadi Carola ingin berbicara untuk meminta kesediaan ibu-ibu untuk menunggu.
Carola, khusus untuk belajar dari KPI, dan sangat tertarik KPI. Kita ini tadi  juga berteater, tapi spontan.

Carola :
Selamat sore ibu-ibu. Nanti ada pementasan forum teater,  dan teman akan menjelaskan apa itu forum teater. Dan kami berharap ibu-ibu bisa bersabar menunggu untuk meonton pentasnya. Mau?

Sekretaris  KPI Wilayah DIY:
Bagaimana? Ibu-ibu mau bersabar menunggu menonton pentasnya? Kita tunggu ya? Ini permintaan dari Carola. Tapi Carola kamu harus bersalam dengan ibu-ibu, sebagai tanda perkenalan.

(Carola berputar, berjabat tangan memperkenalkan diri ke masing-masing ibu)

Sekretaris  KPI Wilayah DIY:
Terima kasih. Ibu – ibu tunggu bentar ya, mereka akan mempersiapkan diri.

Panitia :
Hadirin yang saya hormati, sambil menunggu persiapan teater dari rombongan Carola,. untuk pemenang lomba akan diumumkan.

Panitia :
Terima kasih. Ibu - ibu selamat sore.
Masih semangat ya. Saya akan mengumumkan lomba tadi dengan penilaian dari 5 juri, tidak ada KKN.
Pemenang berdasar urutan teratas hasil paduan suara yang diiukuti oleh 4 kelompok :
Juara 1 : BP Bantul 2 , dengan jumlah nilai 1565
Juara 2 : Cabang Kulonprogo, dengan jumlah nilai 1535
Juara 3 : Cabang Sleman , 1490
Juaran 4 : Cabang Bantul 1 1460

Dari semua kelompok, kami minta wakilnya untuk menerima hadiah.
Hadiahnya berupa uang dan buku “Perempuan dan Bencana”.

Saya persilahkan kepada ibu Rusminah untuk menyampaikan kepada juara 1.
(penyerahan hadiah untuk juara 1)
Juara kedua yang menyerahkan Mbak Puji, presedium KPI
(penyerahan hadiah untuk juara 2)
Juara ketiga dipersilahkan Mbak Ristiyanti untuk menyerahkan hadiah.
(penyerahan hadiah untuk juara 3)
Juara ke 4 dipersilahkan kepada Mbak Nona untuk menyerahkan hadiah.
(penyerahan hadiah untuk juara 4)

Terima kasih, kepada ibu-ibu.

Hadirin yang saya hormati, sebelumnya saya mohon maaf, karena sambil menunggu persiapan teater, wakil dari juara 1 mohon ke deann untuk cerita bagaimana persiapan ke peserta, bagaimana persiapan.

BP Bantul :
Balai Perempuan cabang Bantul – khususnya Sedayu.., berdiri [pada 10 april 2011. Kami diberitahu oleh Mbak Nona ada lomba paduan suara, maka kita semangat untuk latihan, yang memang sebagian sudah terbiasa ikut paduan suara.

Panitia :
Kiat - kiatnya apa, baru satu bulan sudah bisa menjuarai?

BP Bantul :
Kiat-kitanya harus ada yang menyemangati terus. Selalu bersemangat untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Saya selalu terus komunikasi dengan sms, telepon datang ke rumah, pakai undangan untuk berkumpul dan latihan. Jadi untuk mengumpulkan itu juga butuh perjuangan.

Panitia :
Mohon ke ibu -  ibu yang untuk tidak pulang dulu.  Karena masih ada 1 acara yang harus kita selesaikan. Tadi kita buka dengan doa, maka kita tutup dengan doa. Jadi mohon berkenannya untuk berada di ruangan ini.(sebagian peserta pulang)

Untuk yang Kulon Progo mungkin bisa cerita ?

Fasilitator :
Itu bagaimana bisa semangat, menari-nari?

(wakil)Paduan suara Kulon Progo :
Kiat-kiat suksesnya, baru satu bulan latihannya. Untuk BP belum terbentuk. Rencana mau bikin BP baru. Kemarin sudah ada, tapi non aktif, jadi mau membentuk kembali.

Sekretaris  KPI Wilayah DIY:
Ini baru sebulan, kemudian BP baru akan dibangkitkan kembali, tapi bisa juara, berarti perempuan itu bisa.

Sekretaris  KPI Wilayah DIY:
Ibu pekerjaannya apa?

(wakil)Paduan suara Kulon Progo :
Pedagang J

Sekretaris  KPI Wilayah DIY:
Pedagang? Ibu ini pedangan tapi bisa juara...

(wakil)Paduan suara Kulon Progo :
Saya dulu kan pernah sekolah di SMKI, jadi aka sedikit bakat untuk menyanyi.
Sekretaris  KPI Wilayah DIY:
Sehari-hari berdagang, tapi berlatar belakang sekolah seni,  nah untuk mencari nafkah sebagai pedagang, tetapi berkeseniannya nggak boleh dilupakan.
Ada kiat-kiat yang ingin disampaikan?

(wakil)Paduan suara Kulon Progo :
Untuk ibu-ibu, marilah kita selalu semangat, untuk kita bentuk BP yang baru, terus kita ikuti jalani kiat-kiat yang di KPI.

Sekretaris  KPI Wilayah DIY:
Terima kasih. Tepuk Tangan.

Dalam 10 menit kita akan menunggu pementasannya.
Apakah ada spontanitas?
Sudah capek ya.
Ada yang mau,?

(Ada yang menanyi lagu kemesraan)

Pengumum pementasan dibatalkan!

Kita akan membacakan Ikrar KPI :
Pertama-tama kami mohon maaf dari kelompok LBT, karena berbagai hal maka tidak bisa ditampilkan.


 
Ikrar KOALISI PEREMPUAN INDONESIA
  1. KPI bekerjasama dengan semua organisasi perempuan
  2. KPI bersatu melawan segala bentuk penindasan terhadap perempuan
  3. KPI mengindahkan perbedaan dan berjuang bersama
  4. KPI bersatu bersama dalam kerukunan
  5. KPI memelihara jiwa riang dan pantang menyerah untuk meneruskan kehidupan yang penuh tantangan demi demokrasi dan keadilan.

KPI ku! KPI mu!
KPI kita semua!
Ibu-ibu marilah kita tutup dengan lagu kemesraan.

Kepada Ibu Ristiani, Harsih, Puji, sumiati, Kanti, Lena, Wulan, Sri Mulati. Terima kasih.
Dan kepada teman2 dari ISI, terima kasih. Terima kasih kepada semuanya.
Saya serahkan kembali ke Umi untuk dilakukan prosees penutup.

Umi :
Sebelum ditutup, marilah kita berdoa sesuai dengan agama masing-masing.
Berdoa mulai.
(Berdoa)
Bila ada kurang lebihnya saya mohon maaf,terima kasih.

Hidup KPI!.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar